HEADLINES :
, Jam :
Google Yahoo Msn
Tampilkan postingan dengan label Kata Mutiara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Mutiara. Tampilkan semua postingan

Kumpulan Kata Mutiara Islam Jadikan motivasi dlm hidup

• “Waspadalah terhadap tiga orang: pengkhianat, pelaku zalim, dan pengadu domba. Sebab, seorang yang berkhianat demi dirimu, ia akan berkhianat terhadapmu dan seorang yang berbuat zalim demi dirimu, ia akan berbuat zalim terhadapmu. Juga seorang yang mengadu domba demi dirimu, ia pun akan melakukan hal yang sama terhadapmu.”

• “Tiga manusia adalah sumber kebaikan: manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak bicara), manusia yang tidak melakukan ancaman, dan manusia yang banyak berzikir kepada Allah.”

• “Sesungguhnya puncak keteguhan adalah tawadhu’.” Salah seorang bertanya kepada Imam, “Apakah tanda-tanda tawadhu’ itu?” Beliau menjawab, “Hendaknya kau senang pada majlis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai, dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran.”

• Seorang laki-laki seringkali mendatangi Imam Ja‘far as, kemudian dia tidak pernah lagi datang. Tatkala Imam as menanyakan keadaannya, seseorang menjawab dengan nada sinis, “Dia seorang penggali sumur.” Imam as membalasnya, “Hakekat seorang lelaki ada pada akal budinya, kehormatannya ada pada agamanya, kemuliannya ada pada ketakwaannya, dan semua manusia sama-sama sebagai Bani Adam.”

• “Hati-hatilah terhadap orang yang teraniaya, karena doanya akan terangkat sampai ke langit.”

• “Ulama adalah kepercayaan para rasul. Dan bila kau temukan mereka telah percaya pada penguasa, maka curigailah ketakwaan mereka.”

• “Tiga perkara dapat mengeruhkan kehidupan: penguasa zalim, tetangga yang buruk, dan perempuan pencarut. Dan tiga perkara yang tidak akan damai dunia ini tanpanya, yaitu keamanan, keadilan, dan kemakmuran.”

“Kuwasiatkan lima hal kepadamu: (1) jika engkau dizalimi, jangan berbuat zalim, (2) jika mereka mengkhianatimu, janganlah engkau berkhianat, (3) jika engkau dianggap pembohong, janganlah marah, (4) jika engkau dipuji, janganlah gembira, dan (5) jika engkau dicela, kontrollah dirimu”.

“Alangkah mungkin orang yang tamak kepada dunia akan mendapatkannya di dunia. Akan tetapi, ketika ia mendapatkan seluruhnya, dunia itu akan menjadi bala` baginya dan ia menjadi sengsara karenanya. Dan alangkah mungkin seorang membenci urusan akhirat. Akan tetapi, ia dapat menggapainya kemudian dan ia hidup bahagia karenanya”.

“Tiada keutamaan seperti jihad dan tiada jihad seperti menentang hawa nafsu”.

“Ambillah nasihat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya”.

“(Jika sesuatu digabung dengan yang lain), tidak ada gabungan yang lebih indah dari kesabaran yang digabung dengan ilmu”.

“Kesempurnaan yang paling sempurna adalah tafakkuh (mendalami) agama, sabar menghadapi musibah dan ekonomis dalam mengeluarkan biaya hidup”.

“Tiga hal adalah kemuliaan dunia dan akhirat: memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, dan sabar ketika engkau diperlakukan sebagai orang bodoh”.

“Sesungguhnya Allah membenci seseorang yang meminta-minta kepada orang lain berkenaan dengan kebutuhannya, dan menyukai hal itu (jika ia meminta kepada)-Nya. Sesungguhnya Ia suka untuk diminta setiap yang dimiliki-Nya”.

“Seorang alim yang dapat dimanfaatkan ilmunya lebih utama dari tujuh puluh ribu ‘abid”.

“Seorang hamba bisa dikatakan alim jika ia tidak iri kepada orang yang berada di atasnya dan tidak menghina orang yang berada di bawahnya”.

“Jika mulut seseorang berkata jujur, maka perilakunya akan bersih, jika niatnya baik, maka rezekinya akan ditambah, dan jika ia berbuat baik kepada keluarganya, maka umurnya akan ditambah”.

“Janganlah malas dan suka marah, karena keduanya adalah kunci segala keburukan. Barang siapa yang malas, ia tidak akan dapat melaksanakan hak (orang lain), dan barang siapa yang suka marah, maka ia tidak akan sabar mengemban kebenaran”.

“Orang yang paling menyesal di hari kiamat adalah orang yang berbicara keadilan dan ia sendiri tidak melaksanakannya”.

“Silaturahmi dapat membersihkan amalan, memperbanyak harta, menghindarkan bala`, mempermudah hisab (di hari kiamat) dan menunda ajal tiba”.

“Ucapkanlah kepada orang lain kata-kata terbaik yang kalian senang jika mereka mengatakan itu kepadamu”.
“Allah akan memberikan hadiah bala` kepada hamba-Nya yang mukmin sebagaimana orang yang bepergian akan selalu membawa hadiah bagi keluarganya, dan menjaganya dari (godaan) dunia sebagaimana seorang dokter menjaga orang yang sakit”.

“Bersikaplah wara’, berusahalah selalu, jujurlah, dan berikanlah amanat kepada orangnya, baik ia adalah orang baik maupun orang fasik. Seandainya pembunuh Ali bin Abi Thalib a.s. menitipkan amanat kepadaku, niscaya akan kuberikan kepadanya”.

“Ghibah adalah engkau membicarakan aib (yang dimiliki oleh saudaramu) yang Allah telah menutupnya (sehingga tidak diketahui oleh orang lain), dan menuduh adalah engkau membicarakan aib yang tidak dimiliki olehnya”.
“Allah membenci pencela yang tidak memiliki harga diri”.

“(Engkau dapat dikatakan rendah hati jika) engkau rela duduk di sebuah majelis yang lebih rendah dari kedudukanmu, mengucapkan salam kepada orang yang kau jumpai, dan menghindari debat meskipun engkau benar”.

“Ibadah yang terbaik adalah menjaga perut dan kemaluan”.

“Tidak akan bermaksiat kepada Allah orang yang mengenal-Nya”.
“Ketika Allah menciptakan akal, Ia berfirman kepadanya: “Kemarilah!” Ia pun menghadap. Ia berfirman kembali: “Mundurlah!” Ia pun mundur. Kemudian Ia berfirman: “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih Kucintai darimu, dan Aku tidak akan menyempurnakanmu kecuali bagi orang yang Kucintai. Semua perintah, larangan, siksa dan pahala-Ku tertuju kepadamu”.

“Sesungguhnya Allah akan menghisab hamba-hamba-Nya pada hari kiamat sesuai dengan kadar akal yang telah dianugerahkan kepada mereka di dunia.”

“Sesungguhnya pahala orang yang mengajarkan ilmu adalah seperti pahala orang yang belajar darinya, dan ia masih memiliki kelebihan darinya. Oleh karena itu, pelajarilah ilmu dari ahlinya dan ajarkanlah kepada saudara-saudaramu sebagaimana ulama telah mengajarkannya kepadamu”.

“Barang siapa yang mengeluarkan fatwa tanpa ilmu yang cukup, maka ia akan dilaknat oleh malaikat rahmat dan azab serta dosa orang yang mengamalkan fatwanya akan dipikul olehnya”.

“Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat ulama (lain), mempermalukan orang-orang bodoh atau mencari perhatian manusia, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki kecuali oleh ahlinya”.

“Faqih yang sebenarnya adalah orang yang zahid terhadap dunia, rindu akhirat dan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah SAWW”.

“Sesungguhnya Allah azza wa jalla menyukai orang-orang yang suka bergurau dengan orang lain dengan syarat tanpa cela-mencela”.

“Tiga kriteria yang penyandangnya tidak akan meninggal dunia kecuali ia telah merasakan siksanya: kezaliman, memutuskan tali silaturahmi dan bersumpah bohong, yang dengan sumpah tersebut berarti ia telah berperang melawan Allah”.

“Sesuatu yang paling utama di sisi Allah adalah engkau meminta segala yang dimiliki-Nya”.

“Demi Allah, seorang hamba tidak berdoa kepada-Nya terus menerus kecuali Ia akan mengabulkannya”.
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang banyak berdoa. Oleh karena itu, berdoalah pada waktu ashar hingga matahari terbit, karena pada waktu itu pintu-pintu langit terbuka, rezeki-rezeki dibagikan dan hajat-hajat penting dikabulkan”

“Doa yang paling cepat dikabulkan adalah doa seorang hamba untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya”.
“Semua mata pasti akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga mata: mata yang bangun malam di jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada-Nya dan mata yang tidak pernah melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah”.

“Perumpamaan orang yang tamak bagaikan ulat sutra. Ketika sutra yang melilitnya bertambah banyak, sangat jauh kemungkinan baginya untuk bisa keluar sehingga ia akan mati kesedihan di dalam sarangnya sendiri”.

“Hamba yang paling celaka adalah hamba yang berwajah dan bermulut dua; ia memuji saudaranya di hadapannya dan menghibahnya di belakangnya, jika saudaranya itu dianugerahi nikmat, ia iri dan jika ia ditimpa musibah, ia menghinanya”.

Perbanyaklah kamu mengingat mati, karena hal itu bisa membersihkan dosa dan menyebabkan kamu zuhud atau tidak cinta kepada dunia.(Rasulullah)

Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah semuanya pada Allah, lalu penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintahNya, dan larikanlah dirimu dari laranganNya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu, setelah itu keluar, untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus berjuang dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan bgaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga.(Syekh Abdul Qodir al-Jaelani)

Berteman dengan orang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya adalah lebih baik bagi kalian, daripada berteman dengan orang alim tapi selalu suka terhadap hawa nafsunya.(Ibnu Attailllah as Sakandari)
Orang yang suka berkata jujur akan mendapatkan 3 hal, yaitu : KEPERCAYAN, CINTA dan RASA HORMAT (Sayidina Ali bin Abi Thalib)

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.

Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan pula adalah sebuah akhlaq ular, dan kalau kebajikan dibalas dengan kejahatan itulah akhlaq buaya, lalu bila kebajikan dibalas dengan kebajkan adalah akhlaq anjing, tetapi kalau kejahatan dibalas dengan kebajikan itulah akhlaq manusia.(Nasirin)

Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan.(Sayidina Ali bin Abi Thalib)

Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. (Ibnu Mas’ud)

Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. (Ali bin Abi Thalib)
Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.(Umar bin Khattab)

Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. (Imam An Nawawi)

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. (Umar bin Kattab)

Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari.(Bediuzzaman Said Nursi)
Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.(Bediuzzaman Said Nursi)

Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg.(Bediuzzaman Said Nursi)
Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan.(Bediuzzaman Said Nur)

Orang yang terkaya adalah orang yang menerima pembagian (taqdir) dari Allah dengan senang hati.(Ali bin Husein)

Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup.(Bediuzzaman Said Nur)
Pangkal dai semua kebaikan di dunia maupun di akhirat adalah taqwa kepada Allah.(Abu Sualeman Addarani)

Barang siapa tidak dicoba dengan bencana atau kesusahan, maka tidak ada sebuah kebahagiaan pun disisi Allah.(Adh-Dhahhak)

Rahasia keberuntungan untuk menggapai sukses

Ini adalah salah satu bagian paling menyenangkan dari pelajaran hidup sukses kita. Di mana kita belajar apa sebenarnya rahasia mereka yang selalu beruntung dan hoki itu.

Rahasia keberuntungan yang kita sendiri pun kemudian bisa menerapkannya dan menjadi orang yang memiliki nasib baik di setiap kesempatan.

Anda pernah menang undian, menemukan uang di pinggir jalan, dapat door-prize atau hadiah tanpa ikut lomba, bisa pesiar ke luar negeri gratis?

Apa, belum pernah mengalami?

Atau malah sebaliknya? Anda sering banget apes, sial atau celaka?

Lagi, buru-buru ke kantor, ban kempes di jalan yang sepi. Uang yang ditaruh di laci atau dompet dicuri orang. Di kendaraan umum kecopetan, dijambret atau ditodong. Anak sakit-sakitan. Di kantor, pas Anda melakukan satu kesalahan, pas ketahuan. Kalau yang lain yang salah, lolos-lolos saja. Usaha tidak maju-maju, jualan gak pernah laku. Kerja gak juga naik pangkat, dilangkahi sama orang baru melulu.

Dan 'apes-apes' lainnya, yang intinya Anda sering tertimpa musibah atau kerepotan, meski kecil-kecilan. Lebih-lebih lagi bila musibahnya besar.

Wah, wah, wah, hati-hati itu, itu bisa berarti sebuah pertanda, bahwa sudah saatnya Anda tahu satu rahasia ini.

Keberuntungan atau good luck tampaknya seperti suatu faktor acak (random) yang tidak bisa diperkirakan. Begitu juga bad luck, bisa datang kapan saja, tanpa permisi.

Betul? Anda juga berpikir begini? Kalau begitu, Anda benar harus membaca pelajaran berikut tentang rahasia keberuntungan ini.

Sebenarnya nasib baik atau buruk bukanlah sesuatu yang tidak memiliki pola, datang menyerang siapa saja, semau-maunya. Bukan.

Apalagi bila kita mengaku beriman, bukankan prinsip hidup kita adalah bahwa segala sesuatunya telah ada yang mengatur? Kejadian baik atau buruk yang menimpa kita, bukankah sudah ditetapkan-Nya?

Rahasia Keberuntungan

semanggi berdaun empat, tanda keberuntungan?

Jadi apa sih rahasia keberuntungan itu?

Apa benar kita akan beruntung bila menemukan "daun semanggi berhelai 4"?

"He.. he.. he... ya nggak, lah. Itu sih cuma takhayul."

Kalau mau tahu rahasia keberuntungan yang sesungguhnya, ini dia ....

Ada satu cara atau rahasia yang bisa Anda terapkan untuk memastikan bahwa nasib baik yang selama ini tidak pernah menghampiri Anda, bisa jadi sahabat Anda mulai sekarang.

Rahasia keberuntungan besar yang sama dengan yang akan membukakan pintu kesuksesan Anda, yaitu... MEMBERI...

Ya, memberi-lah yang masih menjadi kunci jawaban untuk mengatasi semua "kesialan" dan masalah dalam hidup kita.

Memberi akan mengobati semua permasalahan 'keapesan' Anda dan mengubahnya menjadi aliran 'good luck' yang tiada habisnya.

Memberi bisa menjadikan Anda orang paling beruntung (paling 'lucky dan 'hoki') di dunia dalam waktu sekejap, tanpa harus memakai jimat, mantra, jampi-jampi atau apapun yang berbau gaib-gaib dan supra-natural.

(Percaya sama saya, kalau Anda mendapat email berantai yang mengatakan Anda akan celaka kalau tidak menyebarkannya ke sekian orang, dan akan beruntung kalau melakukannya, langsung delete atau hapus saja email tersebut. Karena di sini saya akan ajarkan pada Anda satu 'ajian tolak bala'' paling ampuh sedunia).

Memberi itulah rahasia keberuntungan itu. Memberi memiliki kekuatan ajaib dalam membuka aliran nasib baik ke dalam hidup Anda. Bagaimana pasalnya?

Ini karena, sama seperti sebelumnya, memberi sudah dijamin oleh hukum tenfold return (imbalan sepuluh kali lipat) yang menyertainya.

Hukum ten-fold return inilah yang sekali lagi membuat memberi menjadi senjata ampuh memerangi segala keapesan hidup dan sebaliknya mengharuskan kita menjadi orang yang beruntung bila kita memberi.

Lengkapnya begini.

Memberi = aji tolak bala' super ampuh

Tuhan sudah berjanji akan memberikan imbalan (paling sedikit) sepuluh kali lipat terhadap semua pemberian yang telah kita lakukan, bukan?

Dan kita percaya janji Tuhan tidak akan meleset. Sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur'an:
"Sesungguhnya janji Allah adalah selalu benar...,"
Surat Luqman: 33).

Jadi, ketika Anda memberi seseorang uang, katakan, sejumlah Rp. 100.000,-, maka Tuhan harus mengembalikannya kepada Anda sejumlah Rp. 1.000.000,-, ya bukan?

(Sepuluh kali lipatnya, ingat? Itu sebabnya di pelajaran tentang rahasia sukses terbesar saya mengatakan bahwa hukum imbalan sepuluh kali lipat ini perlu dipakai untuk membantu kita mencerna rahasia ini dengan lebih mudah).

Bila Anda berpenghasilan kecil, uang 1 juta itu akan terlihat sangat besar dan bagai rejeki nomplok, bukan? Tapi, Tuhan memang harus dan pasti menciptakan cara untuk mengembalikannya kepada Anda yang telah memberi, sesuai janji-NYA tadi.

Nah, cara yang Tuhan tempuh untuk membalas pemberian Anda inilah yang akan menjadi sumber keberuntungan Anda.

Pertama, karena cara-NYA biasanya sangat kreatif dan tidak terbayangkan oleh kita.

Kedua, karena jumlah yang dikembalikan ke kita jadi sangat besar, sehingga terlihat seperti rejeki nomplok.

Katakan Anda seorang pengangguran, tetapi Anda rutin memberi setiap bulannya Rp. 100.000,- entah bagaimana caranya. Dan ini berarti bahwa Tuhan akan segera menciptakan cara untuk memberikan Anda 10 kali 100 ribu tadi, atau Rp. 1 juta, setiap bulannya.

Maka, itu berarti Tuhan mau tidak mau harus memberi Anda sebuah pekerjaan, atau sumber penghasilan lain, atau menjadikan Anda orang yang selalu beruntung, misalnya Anda jadi bisa memenangkan undian, mendapatkan hadiah, menemukan uang, mendapat proyek, dibantu orang dan sebagainya, agar uang 1 juta rupiah tadi bisa mencapai Anda kembali.

Di mata kita itu sebuah keberuntungan bukan, seorang pengangguran mendapat 1 juta rupiah (halal) tiap bulannya, dengan cara yang bermacam-macam?

Masuk akal?

Saya berani menjamin, metode ini ampuh, karena sayalah bukti nyata bahwa memberi adalah rahasia keberuntungan.